Selasa, 03 November 2009

Koneksi Jaringan

Koneksi jaringan merupakan upaya mengkoneksikan semua peralatan jaringan dalam infrastruktur jaringan komputer. Anda harus konsentrasikan terlebih dahulu pada local area network anda sebelum anda membuat koneksi ke jaringan WAN yang menghubungkan semua remote site anda kedalam suatu system koneksi jaringan – suatu infrastruktur jaringan komputer. Hal ini bukan berarti anda tidak perlu membuat design WAN kedalam design jaringan anda sampai semua jaringan local area network anda terbentuk, akan tetapi anda kosentrasikan dulu sampai anda bisa memastikan bahwa system koneksi jaringan LAN anda sudah effisien sebelum membuat koneksi ke WAN.

Akan banyak sekali pekerjaan yang akan diselesaikan dalam koneksi jaringan ini dan tergantung seberapa besar skala design jaringan anda. Membuat koneksi jaringan dalam suatu perusahaan dimana kantornya terdiri dari beberapa site yang jauh bahkan sampai melewati batas geography, berbeda dengan koneksi jaringan dalam local area network yang menghubungkan beberapa bangunan dalam suatu area perusahaan atau mungkin hanya dalam suatu ruangan kantor yang kecil saja. Anda harus sudah menyelesaikan design jaringan anda termasuk system komputer yang bakal menggunakan system infrastruktur jaringan ini. Pekerjaan koneksi jaringan ini memang rumit tergantung seberapa besar skala jaringan anda apalagi jika anda harus juga mendesign jaringan backup in case terjadi bencana atau antisipasi adanya masalah dalam jaringan.

Diasumsikan bahwa anda sudah membuat design jaringan anda dan sebagian dari diagram sites anda seperti gambar ibawah ini, bagaimana anda membuat koneksi jaringan berdasarkan diagram sites ini?

Diagram Koneksi Jaringan

Diagram Koneksi Jaringan

Ruang server dimana beberapa server anda berada, ada di gedung HRD. ada sekitar 80 user di gedung ini. Saya katakan beberapa server – kenapa tidak semua server berada dalam satu ruangan dan dalam satu gedung yang sama? Hal ini menyangkut keamanan standard security best practice mengenai penempatan servers (artikel berikutnya). Masih ada dua bangunan lagi yang harus dihubungkan dalam koneksi jaringan:

1. Gedung mining yang berjarak sekitar 70 meter dari gedung HRD (ada sekitar 80 user juga)

2. Workshop yang berada dibawah lembah yang berjarak lebih dari 300 meter dari gedung HRD (ada sekitar 50 user disini)

Total user dalam jaringan ini adalah 200 (80 dalam gedung HRD + 80 di Mining + 40 di Workshop), dan belum termasuk kebutuhan IP address permanen untuk beberapa server; printer; Access Point wireless; switch; dan juga VoIP. Anda bisa memakai satu jaringan IP private katakana 192.168.100.0/24 (tersedia 254 IP addres) untuk semua user dan piranti dalam jaringan ini. Untuk itu anda bisa menggunakan 4 buah switch 24 port di cascade di kedua gedung mining dan HRD dengan standard 100BaseT Ethernet. Sementara di workshop cukup 3 switch 24 port di cascade. Terkecuali di server room anda perlu switch Gigabit 12 port jika semua server anda dilengkapi dengan Gigabit Ethernet, untuk transfer data yang sangat cepat dan akan terasa berguna sekali jika anda menggunakan satu piranti tunggal backup Autoloader untuk keperluan backup semua data server; exchange dan database anda, yang rutin dilakukan di malam hari.

Kemudian bagaimana tentang koneksi jaringan antara gedung HRD dengan Workshop? Karena letak Workshop ini berada dibawah lembah dengan jarak lebih dari 300 meter, tidak mungkin anda menggunakan koneksi kabel. Maka anda bisa memanfaatkan teknologi Wireless yang menghubungkan dua atau lebih titik access point lewat media transmisi radio dengan frequensi 2.4 GigaHz. Anda bisa mendapatkan produk semacam ini dipasaran misal Cisco Aironet. Anda bisa membangun dua tower sederhana untuk meletakkan antenna di puncak tower asal kedua antenna Access point ini bisa saling melihat tanpa halangan. Piranti Wireless ini bisa mentransmit data sampai 58 Mbps; cukup untuk link antar gedung ini dengan menggunakan media transmisi udara. Silahkan membaca artikel selanjutnya mengenai wireless local area network.

Sekarang bagaimana anda menghubungkan koneksi jaringan antara bangunan di Mining dan di HRD yang berjarak sekitar 70 meter? Hal ini akan tergantung dari kendala yang anda hadapi, jika anda harus memutuskan untuk menarik kabel bawah tanah maka gunakanlah kabel LAN outdoor UTP Cat 5e yang memang didesign khusus untuk pemakaian luar gedung dan tahan air dan support speed gigabit. Akan tetapi untuk alasan kemanan dan kemudahan maintenance maka masukkan kabel UTP yang diameternya cukup besar ini kedalam pipa besi atau sejenisnya dan bila perlu buatkan saluran khusus semacam saluran air.

Kenapa tidak memakai jaringan wireless saja antar dua gedung ini seperti antar HRD dan workshop? Memang dengan jaringan wireless sangat praktis sekali anda tidak perlu repot-2 narik kabel bawah tanah, akan tetapi anda tahu kalau wireless sampai sekarang ini speednya paling tinggi sekitar 300 Mbps (draft 802.11n standards), sementara antar dua gedung tersebut anda memerlukan koneksi yang handal dengan kecepatan gigabit sebagai backbone dua gedung. Di Mining office juga ada beberapa server data dan aplikasi mining yang sangat besar datanya terutama data geologi dan harus di backup secara terpusat di gedung HRD. Belum lagi kendali blackspot kalau terjadi masalah dengan wireless anda, atau banyaknya halangan interferensi frequensi radio. Sementara untuk gedung workshop memang kendalanya mengharuskan kita memakai jaringan radio wireless karena antar gedung harus melewati lembah dan tidak memungkinkan menarik kabel melewati hutan yang walau hanya berjarak sekitar 300 meter. Jaringan wireless sangat diandalkan jika kedua tower antenna bisa saling melihat. Dan lagi di workshop hanya memerlukan koneksi untuk clients komputer saja.

Untuk menyelesaikan koneksi jaringan ini, anda masih perlu untuk memikirkan tentang konfigurasi jaringan dan setup jaringan untuk semua piranti dalam koneksi jaringan ini seperti IP address ke semua client PC; IP permanen untuk server; switch; printer dan sebagainya.

Selanjutnya apa? Yang perlu anda pertimbangkan adalah dokumentasi semua pekerjaan ini termasuk rencana disaster recovery – suatu rencana backup – plan B dari kemungkinan terjadinya bencana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar